Sabtu, 08 Oktober 2011

tentang 3600 jam atau mungkin 3596 jam

Kamu menghadiahi saya beberapa hari di tanah air. wlaupun hanya segelintir.
 Hari-hari yang jadi penutup tawa dan pembuka rindu yang membara
Seratus lima puluh hari sudah
Kita sama-sama mendesah
Kita sama-sama lelah
Menunggu matahari di zona waktu yang sama
Menunggu bumi merata
Dan mendekatkan kita berdua




Minggu, 02 Oktober 2011

hari ke enam di bulan itu


ini tentang kebahagian, dimulai dari hari ke enam di bulan itu.
Dikali pertama aku bertemu kamu setelah jutaan tahun cahaya kita tidak saling bertatap muka, bertukar kata dan tertawa bersama.
Kamu menciumi aku tanpa jeda, memeluk erat hingga aku tercekat.
Kamu bilang aku terlalu memikat sehingga membuatmu jatuh cinta dengan cepat
Kamu bilang cintamu terlalu pekat, anti karat.
                                              
aku tersipu malu, menikmati rayuanmu
Hingga kita terkelabui waktu. terhipnotis ke dalam labirin gila cinta kita.
tersadar kita sedang melawan gravitasi bumi. Membuat semesta kita sendiri
semesta kecil yang tak akan pernah mati
seperti kobaran api

from antapani with love ---- 01:48 am

Jumat, 30 September 2011

salah faham

beberapa merk unggul kamu sebutkan.
aku diam.
bukan. bukan karena sariawan.
tapi aku benar benar tak mengerti tentang itu
untukku...
kendaraan yang paling indah yang pernah kita tumpangi adalah tungkai kaki kita sendiri.



beberapa botol parfum berlabel dollaran kamu semprotkan.
aku menutup hidung.
sepertinya aku sesak nafas Dan ah... ya! apa itu? semacam alergi tampaknya.
untukku...
aroma yang paling aku suka hanyalah patricor--si bau basah air hujan itu dan aroma tubuh kamu tentunya.



beberapa aliran musik yang laku dipasaran kamu dendangkan.
aku menutup telinga.
bukan. bukan karena melodi yang semrawut dan bukan karena cara bernyanyimu yang buruk.
ini hanya masalah aku lebih suka mendengar gemericik air hujan yang jatuh di atas rumahku.



beberapa judul film kamu pertontonkan.
Aku menutup mata.
bukan. bukan sungguh bukan karena ada adegan 17+.
ini hanya masalah aku lebih suka melihat kamu tak berbusana ;P

Sungguh aku bercanda.
aku lebih suka melihat kamu yang tak berbahaya



Beberapa menu makanan dari hewan berkaki empat kamu suguhkan.
aku mendadak tak nafsu makan.
bukan. bukan karena aku sedang tak enak badan.
ini hanya masalah
Aku lebih suka ikanikan yang berenang diperut kecilku.



Ps: Sebaiknya kamu tahu. atau kita selalu berseteru
dan, inilah kali pertama saya ketemu kamu lagi.
setelah ratusan jam yang menyita.
kita bertatap tanpa pantulanmu yang selalu menipu.
kamu tahu saya hampir lupa dengan suaramu, wujudmu, bau khasmu dan canda tawamu.
tapi, yang paling saya suka dari pertemuan ini, karna kita bercanda.. ya kita bercanda.. walau hampir membuatku terluka.

but it doesn't matter, rain!
i still love u wit everybeat of my heart.
;)


*byurr saya basah.
kamu keterlaluaaaaaan...

complete not compete

seperti layknya Tuhan menciptakan siang dan malam, langit dan bumi...kamu dan saya...

terima kasih Tuhan karena saya perempuan dan dia laki-laki

Terima kasih Tuhan dia rapi saya berantakan


Terima kasih Tuhan dia besar saya kecil

tapi harus kah Tuhan dia jahat saya baik?



Ah yaaa.... Biarlah. Kita memang seperti kutubkutub magnet itu.

tak istimewa (biasa)

mulai hari ini
Aku hidup biasabiasa

Tak ada rasa
Tak ada asa

Membuang semua masa
Membiarkan semua terbang
Diatas angkara

agar tak ada yang murka
Dan cukupkan air mata
!!

Tolong sayang,
Jangan menerka!!

Aku..
Hanya tak ingin
Ada bencana diantara kita


-12.25pm, setelah bulir terakhir jatuh diatas air-

my first k(r)iss and never been kissed




Once upon a time, Aku dan Kris (Krisna, setahun diatasku dan kami baru pacaran dua minggu) nonton di bioskop sehabis pulang sekolah. Kebetulan kalau hari jum’at, sekolah kita cuma sampe jam 11. Nah, sehabis dia jum’atan baru deh kita pergi nonton. Itu pun aku sudah mulai nakal, berani bolos les bahasa inggris hanya demi pergi bareng dia.
Sesampainya di bioskop, Kris langsung beli dua tiket film horror buat kita berdua, tanpa kompromi dulu dengan aku si partner nontonnya. Aku lupa deh apa judul filemnya. Yang jelas, aku kan nggak suka horor. Tapi ya dulu sih buat aku nggak penting nonton film apa. yang penting bareng dianya. Semacam love is blind.
Pernah liat nggak di film-film cartoon mata orang yang kena hipnotis? Itu kan bola matanya kayak bentuk obat nyamuk bakar gitu ya, nah kalau aku kayaknya waktu itu bola mata aku tuh bentuknya heart shape gitu. Full of love. Ih, najiss kan yah?
Selanjutnya, masuklah kita ke dalem studio, ternyata Kris milih kursi paling atas dan paling pojok. Kebetulan juga studionya nggak penuh-penuh amat.cenderung kosong malah. Aku dipersilahkan duduk di bagian pojokannya (sial banget ga sih. Ini orang mau nyiksa aku apa?) belum juga aku duduk, dibayanganku sudah ada bayangan suster ngesot dengan tangan keluar dari kolong bangku penonton tepat dimana aku akan duduk. Ih… nyeremin deh. tapi itu semua nggak berefek terlalu panjang buat aku karena setelah nya aku merasa safety dan dunia kembali penuh heart shape. *ketibanlope
Dari awal kita masuk studio, tangan aku dan dia tak pernah terlepas. (namanya juga baru pacaran ,fyi Kris itu pacar pertama ku loh) Sampai pas entah baru seperempat film atau sudah di tengah–tengah. Aku tidak begitu ngeh dengan waktu. Sepertinya aku mengalami semacam disorientasi waktu. Tiba-tiba Kris mengarahkan pandangannya ke arahku sambil menyuapi aku popcorn, kepalanya makin dekat dengan kepalaku. matanya terus tertuju kearah mataku, seperti tatapan elang yang akan mengakhiri rantai makanan. aku mengalihakan pandanganku dari matanya, tapi dari ekor mataku aku dapat melihat matanya dia nggak lepas se-inchi pun dari mataku. Sueerr… aku ga bohong. mungkin peletku makin lama-makin canggih cara kerjanya kataku dalam hati. Hahaha. Lama kelamaan mukanya semakin mendekat dan kemudian, Omaygosssshhh.... hidungnya hampir dekat sekali dengan hidungku. Tunggu-tunggu.. aku menarik nafas dalam-dalam. Aku tiba-tiba berpikir tentang sesuatu yang “sesuatu banget” #kusut
ini pasti dia mau….
Mau…
(ada sekelebat adegan reka ulang di film-film 17+ yang bermain kilat di otakku)
MENCIUMKU?
Tidak.. tidak… tidak.. TIDAK!!!
Masa sih?
Nggak mungkin ah
(aku berusaha membumihanguskan prasangka ku kepada Krisna )
Tapi tunggu…
Sepertinya benar dugaanku
Bibirnya dan bibirku kini berjarak hanya satu centimeter saja
TIDAAAAKKKKKK!!!
Begitu menyadarinya, aku langsung dengan cekatan mengambil minum yang aku simpan di sebelah kiriku dan mendekatkan sedotannya kearah bibirku dan mulai menyedotnya perlahan. Ini upaya yang aku lakukan agar dia tidak berhasil mengambil kevirginan bibirku. Kemudian aku menegakan posisi duduk dari yang tadinya menggelendot di dekat bahunya Krisna. Dia menjauhkan wajahnya buru-buru dari wajahku dan mulai kembali menonton.
Walaupun saat itu aku sedang ketiban lope dan sempat terinfeksi virus love is blind. Untung saja aku cukup sigap saat dia hampir melakukan itu padaku. Tidak.. itu tidak boleh sampai terjadi padaku. aku mau pacaran, tapi aku bukan cewek murahan.
Bagaimana bisa dia baru dua minggu jadi tamu dikehidupanku dan sekarang mau mencuri hal yang penting untukku. Love is blind but my brain isn’t blind.
Sejak hari itu dia seperti bersikap dingin kepadaku tidak seperti biasanya yang selalu menghampiri ketika jam istirahat atau sebelum pulang. Dan kalau papasan sama aku di kantin atau dimanapun. Anehnya dia nyuekin aku. Bahkan pura-pura nggak liat aku. Sedangkan aku? Aku dibuat kebingungan dengan sikapnya saat itu. aku berpikir mati-matian kenapa dia sampai bersikap seperti itu kepadaku mengingat seingat ingatanku aku tak pernah berbuat kesalahan atau berniat menyakiti dia. Keanehan ini berjalan selama satu minggu. Sedih banget rasanya saat itu. aku cenderung banyak menyalahkan diri sendiri dan sering kali aku menangis ketika memikirkan sikapnya yang berbeda. Tapi memang salahku pun, aku tak melakuakn apa-apa terhadap keadaan ini. Dan Cuma bisa diam. Mungkin karena  dulu aku termasuk cewek yang pasif. Jauh dari asertif apalagi agresif.
Tingkah laku konkrit dari aku yang pasif, jelaslah aku nggak mau nyamperin dia duluan. Meskipun aku kangen. Aku nggak mau nyampeerin dia duluan. Sampai akhirnya seminggu lebih terhitung dari sejak sikapnya berubah kepadaku, dia mutusin aku lewat sms. Pada saat itu aku sakit hati sih. Bangeeeet. Sampe nangis-nangis segala di wc sekolah. Mendadak panas dingin karena nggak kuat menerima kenyataan yang ada.
Dan kamu tahu selanjutnya apa yang terjadi?
Hari itu juga, pas waktunya pulang sekolah aku liat dia pulang bareng sambil pegangan tangan sama seniorku, salah satu anggota cheers.
What a lucky j*rk?
Diam-diam aku memberikan salam jari tengah dibelakangnya.
Dan seperti kata pepatah. Bad news travels fast. Beberapa hari kemudian aku mendengar ada selentingan kalau dia putus sama aku karena aku nggak bisa apa-apa?
WHAT !!
Tunggu…
Apa yang dia maksud nggak bisa apa-apa? Sebentar.. Mungkin aku harus lebih memperjelas kata “ngak bisa apa-apa”. Maksud dia apa bilang aku nggak bisa apa-apa? Aku benar-benar nggak faham apa maksudnya, tapi selanjutnya tiba-tiba perasaan ku mengatakan ini semua tentang hari itu. tentang di bioskop itu. Aku mungkin terlalu polos pada saat itu. Cara berpikir otakku masih konvensional. Aku sama sekali tidak menyangka. Hanya karena hal kecil itu Rangga menyudahi hubungan ini. Ah ya! Pasti gara-gara itu. Aku geram. Tensi darahku naik sampai pada titik paling tinggi. Bergejolak. Meluap-luap. Aku marah. Aku kecewa. Aku kesal.. Rasa sedihku hilang dan tergantikan dengan rasa kesal dan benci yang luar biasa. Malamnya aku putuskan untuk membuat perhitungan dengan dia.

                                                                                    ……….to be continued




Eh ga jadi deng, kasian pasti pada penasaran :P

Lanjut yaaa…


Di malam keramat itu, aku memutuskan sesuatu:
KRISNA HARUS MENYESAL #ketokpala #palakrisnaaja

 Aku putuskan untuk mengikuti ekskul cheerleaders, buat apa? Ini adalah step pertama dari serangkaian rencana muliaku. Mulia dong, aku ini ibarat dokter. Dokter itu jadi perantara pertolongan Tuhan untuk orang-orang sakit. Dan aku? Aku juga perantara Tuhan untuk menyadarkan orang-orang semacam Krisna. Lalu,lalu, mendaftarlah aku jadi salah satu anggota cheers. Kenapa jd anggota cheers? Karena di sekolahku anak cheers memiliki strata yang hampir sama dengan anak basket (ini pada jamanku loh. Lagi-lagi pada jamanku. Padahal akukan belum terlalu tua) anak cheers juga sering ikut kegiatan anak-anak basket. Syukurnya aku masuk audisi tim inti. Aku cuma mau buktiin that im hotter than your girl friend!
Kayaknya sih aku berhasil, karena banyak dari teman-teman basketnya yang mulai menitip salam padaku. Aku hampir beberapa kali PDKT dengan temannya, bahkan teman dekatnya. I know u’re not that strong enough baby. Amazingly, hanya dalam hitungan waktu yang tidak cukup lama, dia putus dari pacarnya dan minta aku balik lagi sama dia. Cenderung memohon malah. Aku merasa jadi cewek yang ada di lagu Rihanna yang take a bow. Saat Krisna begging,crying,pleading buat jadi pacarku lagi. Aku terima donk, ini adalah klimaks dari prosesi balas dendamku. Setelah aku terima, seminggu kemudian aku putuskan dengan alasan aku takut disakiti lagi.
*standingovation

#np: Rihanna – take a bow
           
            Dan sejak saat itu, Saya Tira, 23 tahun. this is my first k(ri)ss and never been kissed
           

Senin, 19 September 2011

the more you give the more you receive



Rasanya sudah milyaran tahun cahaya  Saya tidak menulis. (lebay dikit boleh kan? Lebayness is new era . isn’t it?). bahkan, dari pertama kali blog ini dibuat. Tak ada satupun tulisan khusus yang dibuat untuk blog ini. Beberapa hanya copy-paste dari kumpulan note saya di fb. Entahlah mengapa. Tak ada sebab akibat. Hanya begitu adanya. Memang merasa kurang produktif beberapa bulan ini mengingat… (stop!!  Nanti jadi curcol judulnya)
            Well, ini pastinya bukan intro yang menarik untuk tiba-tiba masuk ke pembicaraan kita yang “sesuatu banget” . memang jadi tidak relate atau semacamnya. Don’t expect to much from my blog. I mean ,don't expect my blog would be a thematic blog like fashion blog or food blog. It could be a mish-mash blog with assorted post. Tp bukankah itu esensi dari pelangi? Bermacam-macam, tetapi membentuk suatu harmonisasi yang indah.
            Baiklah cukup untuk prefacenya, sebelum insight saya menguap seperti molekul-molekul rindu kita diudara #eaaaa.
            Jadi, semua ini berawal dari beberapa waktu belakangan ini saya seperti ditimpuk inspirasi untuk berbagi bertubi-tubi. Tapi, bukan hanya sekedar inspirasi tetapi lebih tepatnya epifani (akuilah, saya tau kamu tidak tau apa itu epifani bukan?”) #angkatdagu.
Baiklah akan sedikit kujelaskan apa itu epifani. Epifani adalah peristiwa istimewa dalam hidup seseorang yang menjadi titik balik dalam kehidupannya.  Pengaruhnya bisa berbeda-beda, bisa negative atau positif, bergantung pada besar kecilnya epifani menurut Denzin dalam bukunya Seligman. Seperti  contoh kecilnya, orang yang suka merokok, kemudian mendapat kabar bahwa teman terdekatnya yang merokok juga terkena kanker paru-paru. Jika epifani nya besar maka orang itu akan mulai berhenti merokok dan rajin olah raga. Begitulah mungkin contoh konkritnya. Nah, kalo epifani yang belakangan ini saya dapet adalah saya bertemu dengan beberapa orang yang bercerita tentang manfaat memberi.
Pertama saya mendapatkan cerita dari teman saya. dia adalah seorang penari yang cantik, dan berbakat di bidangnya. namun belakangan ini dia jarang mendapatkan job untuk menari  alias sepi job. beberapa pekan yang lalu dia melihat seorang pengemis yang sedang memunguti makan bekas di dekat rumahnya. Karena dorongan kemanusiaan teman saya yang begitu besar dia memberikan sedikit uangnya kepada pengemis itu dan beberapa waktu berikutnya teman saya yang sedang sepi job tiba-tiba mendapatkan job yang banyak dan bertubi-tubi. Ketika mendengar ceritanya saya diam, walaupun di dalam diam saya sedang memikirkan sesuatu. Suatu tebakan konklusi dari ceritanya. Ternyata konklusi teman saya dan saya sama. Dia berpikir job yang ia dapat bertubi-tubi itu karma baik yang dia dapatkan dari hasil memberi seseorang dengan ikhlas.
Cerita lain adalah tentang seorang bapak-bapak yang pada saat itu di dompetnya hanya ada uang dua ratus ribu kemudian tanpa disengaja dia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya tetapi baru kehilangan pekerjaan, kemudian dia memberikan setengah dari uang yang dia miliki untuk orang itu, dan kamu tau apa yang terjadi beberapa jam berikutnya? Beliau mendapatkan telepon dari tempat kerjanya bahwa beliau mendapatkan bagian dari proyek yang dikerjakannya. Ada cerita menarik lainnya, ada seoseorang yang membawa seorang kakek-kakek yang ingin sekali menyambangi tanah suci karena iba melihat kakek-kakek renta itu akhirnya seseorang itu bertekad untuk membawa kakek-kakek itu pergi ke  tanah suci, padahal saat itu uang beliau hanya cukup untuk biaya perjalanan beliau dan istrinya. Namun, seperti kata pepatah where there is a will there is a way . sejak ada niat itu hanya dalam waktu sebulan beliau dapat melunasi semua biaya perjalanan keagamaan nya  dan kakek-kakek itu Subhanallah. Sebenarnya saya sudah berfikir lama tentang “the more u give the more u receive” sejak awal masuk kuliah, namun saya  pikir ini hanya terjadi pada diri saya (sebelumnya nggak ada tendensi untuk show off ya, niatnya untuk berbagi cerita)
jadi, yang akhir-akhir ini yang saya rasakan waktu itu saya pernah memberikan sebagian rezeki yang saya punya untuk kakek-kakek tua yang sudah tidak dapat berdiri dengan sempurna. pada saat itu saya pure kasian menolongnya. beberapa hari kemudian saya dapet kerjaan. Balasan yang kita dapat ketika kita memberi uang, tidak melulu dengan uang kembali. Tapi bisa dalam bentuk sesuatu yang lebih kita butuhkan selain uang. misalnya pekerjaan. jika saya diberi pertanyaan tentang pengalaman memberi, saya punya banyak cerita menarik. dan akan jadi panjang ceritanya kalo saya jabarkan di sini. Dan semuanya menarik, dan semuanya nggak melulu tentang uang. Tentang memberi uang.
Semua orang bisa memberi.apapun bentuknya. Kunci untuk memberi no 1 adalah kenali potensi terbesar di dalam diri kamu yang bisa berguna bagi orang lain. Ada banyak yang bisa kamu beri untuk lingkungan diantaranya cinta, perhatian, waktu, skill, perhatian, daaaan banyak lagi. Salah satu implementasi saya dari memberi selain uang adalah menjadi salah satu volunteer di sebuah yayasan kanker. Kamu tau, kalo saya ingat-ingat saya hanya memberikan waktu dan memberikan dukungan moril. Tapi, kemudian yang saya dapat lebih banyak lagi, saya dapat banyak cerita inspiring tentang hidup, banyak mendapatkan ilmu tentang kesehatan karena biasanya dalam pertemuan-pertemuannya mengundang beberapa ahli kesehatan. Ah memperluas networking juga.
Kamu sadar tidak, ketika kita memiliki kenalan yang banyak , maka nyawa kita juga bertambah sebanyak kenalan kita.  Saya beberapa kali memiliki pengalaman, ketika saya sedang mengalami kesulitan. Ada saja seseorang yang menolong saya. Pertolongan tidak terkira dari orang yang saya tidak bayangkan sama sekali bakal menolong saya. Namun saya kembali berfikir, mungkin ini timbal balik dari apa yang saya lakukan juga terhadap orang lain ya. karena apa? Karena giving creates symbiotic relationship. It benefits both parties. Jadi, kalau suatu saat tiba-tiba ada seseorang yang dating kepadamu, dan tanpa kamu tau siapa dia. Kamu tidak perlu takut dan curiga. Dialah kebaikan yang kembali kepadamu Saya pernah dicurigai ada “apa-apa” nya waktu sempet nolongin orang yang baru saya kenal beberapa saat. Sedih deh niat baik saya jd disalah artikan. Padahal saya dari kecil selalu diajarkan buat jadi berkah buat orang lain.
Orang tua saya selalu mengajarkan” bukan seberapa besar orang itu berkontribusi di hidup kita, tetapi seberapa besar kita bisa berkontribusi untuk hidup orang lain” Ada yang pernah baca buku the five people you meet in heaven karya mitch albom? Kata om Albom bahwa di dunia ini tidak ada kejadian yang terjadi secara acak, bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kamu tidak memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain. Sama seperti kamu tidak bisa  memisahkan embusan udara dan angin. Dan kamu tau? Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kau kenal. Memang sih untuk beberapa orang memberi bisa jadi hal yang sulit, apalagi kalu tidak dibiasakan, bahkan ada cerita orang yang hampir mati tenggelam dari seorang sufi Nasruddin. Beginilah potongan ceritanya” give us your hand, so we can save u” but the man was hesistant. Finally someone said to the man “take my hand” and the man took it. Mungkin orang seperti ini yang tidak familiar dengan tingkah laku memberi. Hasilnya? Dia hampir mati tenggelam. Mudah-mudah an diantara kita tak ada yang seperti itu ya?  
Sebenarnya masih banyak cerita menarik tentang memberi ini, nanti kita bincang-bincang lagi ya? yang punya pengalaman menarik tentang bernagi boleh di share juga. feel free to leave your comment. Akhir kata sebelum Billahit taufiqu wal hidayah. Semoga cerita kali ini tidak hanya jadi inspirasi tapi jadi epifani untuk semua. Amin






NB: Dalam sebuah hadist, saat malaikat menanyakan apa kekuatan yang bisa mengalahkan gunung, Allah menjawab besi. Saat ditanya lagi apa yang lebih kuat dari besi, Allah menjawab api. Saat ditanya lagi apa yang lebih kuat dari api, Allah menjawab air. Ditanya apa yang lebih kuat dari air, Allah menjawab angin. Saat ditanya apa yang lebih kuat dari segala yang diciptakan tersebut Allah menjawab; SEDEKAH yang dilakukan tangan kanan tanpa diketahui oleh tangan kiri :) 

Sabtu, 14 Mei 2011

MY (little) MAY


THIS!!! My may resolutions

1. rahasia
2. rahasia
3. rahasia
4. rahasia
5. rahasia
6. rahasia
7. rahasia
8
9
10…………………………………………………….1001

banyak ya?
iya donk. itu salah satu bukti konkrit kalau saya memang manusia sebenarnya.
karena memiliki potensi tamak terhadap dunia seperti yang dijelaskan
QS. AL-Baqarah 96 :
”Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dai orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun. padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

tapi, pertanyaannya how to make it real?
membuat resolusi terealisasi?
ternyata sangat mudah wahai kawan….
just make a move and start to take a little step
yaa…. take little step.
karena seperti apa yang dibilang Robert Collier :
success is THE SUM OF SMALL EFFORTS, repeated day in and day out.
me so very like this.
then, I start to think about
si kecil
Begitu banyak hal
kecil yang memberikan banyak manfaat untuk jagat raya ini.
contohnya: kalau setiap orang punya kesadaran untuk nggak membuang sampah sembarang, insya Allah bencana banjir bisa kita hindari. atau kencelangan kita di masjid. yang nggak seberapa bisa bikin bangunan masjid tambah besar.
dan yang paling deket denga kehidupan saya saya sih masalah nabung menabung. waktu kecil saya rajin nabung loh. sisa uang jajan saya pas lagi SD selalu saya masukin ke celengan even cuma seratus atau dua ratus perak. atau kalau tiba-tiba dikasih uang jajan lebih, saya masukin nominal yang lebih besar.
saya suka uring-uringan kalau saya angkat celengan saya masih belum berat. terus dengan air muka hopeless saya bilang”ih… kapan penuh nya sih:”. mama saya yang ngedenger saya lagi urang=iringan cuma bisa kasih magic wordnya yang cukup sakti membuat bibir saya yang tadinya melengkukng kebawah jadi melengkung ke atas.
and my moms magic words was : “kan
sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit ”.
and guess what?
apa yang dibilang mama saya totally do come true :) pas masa liburan saya bisa beli sepeda dari hasil tabungan saya sendiri. yippieeeee…..
oya, hal kecil juga bisa nolongin kasus bu prita itu kan? pasti masih inget kan betapa koin koin itu berarti. bakan satu juta nggak bisa dibilang satu juta kalau nggak ada seratus rupiah.

see? begitu banyak hal kecil yang yang menghasilkan hal yang besar
so, don’t ever underestimate a little thing.

bahkan kadang kita nggak sadar kalau kita ini hanya bermula dari sel tunggal yang beratnya kira-kira seperduapuluh juata ons. nah kan? sekecil apa coba? tapi, as the times goes by, si kita yang kecil itu terus berkembang dan bahkan menjadi besar seperti sekarang dan tambah besar lagi karena doyan makan dan suka jalan-jalan. ;) tapi, pernah kan terpikir kita bisa berjalan seperti biasa dan bahkan berlari itu kan hasil yang kita dapet dari langkah kecil kita semasa kita kecil.sebenarnya, pada saat lahir, bayi tidak memiliki koordinasi dada atau lengan yang baik, tetapi pada bulan pertama bayi dapat mengangkat kepalanya dari posisi tengkurap. pada usia 3 bulan, bayi dapat menyangga dadanya dengan menggunakan lengannya untuk menopang pada saat ia sedang tengkurap. pada usia 3-4 bulan, bayi dapat berguling, dan pada usia 4-5 bulan mereka dapat menopang sebagian berat badannya dengan kaki mereka. pada usai kira-kira enam bulan bayi dapat duduk tanpa dukungan dan pada usia 7 bulan mereka dapat merangkak dan berdiri tanpa dukungan, pada usaia 8 bulan bayi dapat menyangga tubuh mereka hingga ke posisi berdiri. pada usia 10-11 bulan mereka dapat berjalan menggunakan kursi atau meja sebagai alat bantu dan pada usia 12-13 bulan bayi pada umumnya berjalan tanpa bantuan. hmmm…. dari langkah kecil di dadalam box bayi atau diatas kasur, sekarang kita bisa melakukan langkah besar hingga keujung dunia

ah…. I miss my childhood...
banyak hal yang bisa kita lakuin pas kita lagi kecil. tanpa terkungkung norma-norma yang kita dapet pas udah dewasa.
anak kecil yang sok tahu tanpa ada pretensi untuk jadi yang lebih tahu.
banyak hal yang saya suka dari makhluk-makhluk kecil itu.
tapi, satu hal yang saya selalu kagumi dari mereka adalah pengamatannya.
bagaimana mereka menjelajahi dunia dengan langkah mereka yang kecil dengan ritme hidup mereka yang lambat. tapi ternyata banyak membantu banyak hal untuk semesta kita ini. banyak penemuan, pengetahuan, dan perolehan berguna yang didapat dari pengamatan anak-anak yang tidak dibatasi mungkin dan tank mungkin atau baik dan buruk. penemuan teleskop misalnya, prinsip-prinsip dasarnya ditemukan sgerombolan anak-anak yang bermain-main dengan lensa rusak yang dibuang dari toko lensa. satu hal yang tak seorangpun pernah menduganya. hingga sampai ke telinga Galileo Galilei.

mungkin karena pengamatan mereka yang luar biasa itu ya kita tak pernah bisa membohongi anak kecil. saya jadi inget, waktu praktikum intelegensi. pembimbing saya bilang “yang nggak suka anak kecil, emang bakalan mengalami sedikit hambatan menghadapi anak kecil, karena mereka tau mana benar-benar yang tulus atau yang “ada butuhnya” aja. hehehehe.
itu karena mereka bisa melihat jelas dengan hati mereka.
related to Exupery quote :It is only with the heart that one can see rightly; what is essential is invisible to the eye.



ok everyone, mari kita menulai sesuatu yang kecil di tanggal yang kecil
because
Each day is a little life:
every waking and rising a little birth
 every fresh morning a little youth, every going to rest and sleep a little death.
Arthur Schopenhauer