Senin, 19 September 2011

the more you give the more you receive



Rasanya sudah milyaran tahun cahaya  Saya tidak menulis. (lebay dikit boleh kan? Lebayness is new era . isn’t it?). bahkan, dari pertama kali blog ini dibuat. Tak ada satupun tulisan khusus yang dibuat untuk blog ini. Beberapa hanya copy-paste dari kumpulan note saya di fb. Entahlah mengapa. Tak ada sebab akibat. Hanya begitu adanya. Memang merasa kurang produktif beberapa bulan ini mengingat… (stop!!  Nanti jadi curcol judulnya)
            Well, ini pastinya bukan intro yang menarik untuk tiba-tiba masuk ke pembicaraan kita yang “sesuatu banget” . memang jadi tidak relate atau semacamnya. Don’t expect to much from my blog. I mean ,don't expect my blog would be a thematic blog like fashion blog or food blog. It could be a mish-mash blog with assorted post. Tp bukankah itu esensi dari pelangi? Bermacam-macam, tetapi membentuk suatu harmonisasi yang indah.
            Baiklah cukup untuk prefacenya, sebelum insight saya menguap seperti molekul-molekul rindu kita diudara #eaaaa.
            Jadi, semua ini berawal dari beberapa waktu belakangan ini saya seperti ditimpuk inspirasi untuk berbagi bertubi-tubi. Tapi, bukan hanya sekedar inspirasi tetapi lebih tepatnya epifani (akuilah, saya tau kamu tidak tau apa itu epifani bukan?”) #angkatdagu.
Baiklah akan sedikit kujelaskan apa itu epifani. Epifani adalah peristiwa istimewa dalam hidup seseorang yang menjadi titik balik dalam kehidupannya.  Pengaruhnya bisa berbeda-beda, bisa negative atau positif, bergantung pada besar kecilnya epifani menurut Denzin dalam bukunya Seligman. Seperti  contoh kecilnya, orang yang suka merokok, kemudian mendapat kabar bahwa teman terdekatnya yang merokok juga terkena kanker paru-paru. Jika epifani nya besar maka orang itu akan mulai berhenti merokok dan rajin olah raga. Begitulah mungkin contoh konkritnya. Nah, kalo epifani yang belakangan ini saya dapet adalah saya bertemu dengan beberapa orang yang bercerita tentang manfaat memberi.
Pertama saya mendapatkan cerita dari teman saya. dia adalah seorang penari yang cantik, dan berbakat di bidangnya. namun belakangan ini dia jarang mendapatkan job untuk menari  alias sepi job. beberapa pekan yang lalu dia melihat seorang pengemis yang sedang memunguti makan bekas di dekat rumahnya. Karena dorongan kemanusiaan teman saya yang begitu besar dia memberikan sedikit uangnya kepada pengemis itu dan beberapa waktu berikutnya teman saya yang sedang sepi job tiba-tiba mendapatkan job yang banyak dan bertubi-tubi. Ketika mendengar ceritanya saya diam, walaupun di dalam diam saya sedang memikirkan sesuatu. Suatu tebakan konklusi dari ceritanya. Ternyata konklusi teman saya dan saya sama. Dia berpikir job yang ia dapat bertubi-tubi itu karma baik yang dia dapatkan dari hasil memberi seseorang dengan ikhlas.
Cerita lain adalah tentang seorang bapak-bapak yang pada saat itu di dompetnya hanya ada uang dua ratus ribu kemudian tanpa disengaja dia bertemu dengan seseorang yang dikenalnya tetapi baru kehilangan pekerjaan, kemudian dia memberikan setengah dari uang yang dia miliki untuk orang itu, dan kamu tau apa yang terjadi beberapa jam berikutnya? Beliau mendapatkan telepon dari tempat kerjanya bahwa beliau mendapatkan bagian dari proyek yang dikerjakannya. Ada cerita menarik lainnya, ada seoseorang yang membawa seorang kakek-kakek yang ingin sekali menyambangi tanah suci karena iba melihat kakek-kakek renta itu akhirnya seseorang itu bertekad untuk membawa kakek-kakek itu pergi ke  tanah suci, padahal saat itu uang beliau hanya cukup untuk biaya perjalanan beliau dan istrinya. Namun, seperti kata pepatah where there is a will there is a way . sejak ada niat itu hanya dalam waktu sebulan beliau dapat melunasi semua biaya perjalanan keagamaan nya  dan kakek-kakek itu Subhanallah. Sebenarnya saya sudah berfikir lama tentang “the more u give the more u receive” sejak awal masuk kuliah, namun saya  pikir ini hanya terjadi pada diri saya (sebelumnya nggak ada tendensi untuk show off ya, niatnya untuk berbagi cerita)
jadi, yang akhir-akhir ini yang saya rasakan waktu itu saya pernah memberikan sebagian rezeki yang saya punya untuk kakek-kakek tua yang sudah tidak dapat berdiri dengan sempurna. pada saat itu saya pure kasian menolongnya. beberapa hari kemudian saya dapet kerjaan. Balasan yang kita dapat ketika kita memberi uang, tidak melulu dengan uang kembali. Tapi bisa dalam bentuk sesuatu yang lebih kita butuhkan selain uang. misalnya pekerjaan. jika saya diberi pertanyaan tentang pengalaman memberi, saya punya banyak cerita menarik. dan akan jadi panjang ceritanya kalo saya jabarkan di sini. Dan semuanya menarik, dan semuanya nggak melulu tentang uang. Tentang memberi uang.
Semua orang bisa memberi.apapun bentuknya. Kunci untuk memberi no 1 adalah kenali potensi terbesar di dalam diri kamu yang bisa berguna bagi orang lain. Ada banyak yang bisa kamu beri untuk lingkungan diantaranya cinta, perhatian, waktu, skill, perhatian, daaaan banyak lagi. Salah satu implementasi saya dari memberi selain uang adalah menjadi salah satu volunteer di sebuah yayasan kanker. Kamu tau, kalo saya ingat-ingat saya hanya memberikan waktu dan memberikan dukungan moril. Tapi, kemudian yang saya dapat lebih banyak lagi, saya dapat banyak cerita inspiring tentang hidup, banyak mendapatkan ilmu tentang kesehatan karena biasanya dalam pertemuan-pertemuannya mengundang beberapa ahli kesehatan. Ah memperluas networking juga.
Kamu sadar tidak, ketika kita memiliki kenalan yang banyak , maka nyawa kita juga bertambah sebanyak kenalan kita.  Saya beberapa kali memiliki pengalaman, ketika saya sedang mengalami kesulitan. Ada saja seseorang yang menolong saya. Pertolongan tidak terkira dari orang yang saya tidak bayangkan sama sekali bakal menolong saya. Namun saya kembali berfikir, mungkin ini timbal balik dari apa yang saya lakukan juga terhadap orang lain ya. karena apa? Karena giving creates symbiotic relationship. It benefits both parties. Jadi, kalau suatu saat tiba-tiba ada seseorang yang dating kepadamu, dan tanpa kamu tau siapa dia. Kamu tidak perlu takut dan curiga. Dialah kebaikan yang kembali kepadamu Saya pernah dicurigai ada “apa-apa” nya waktu sempet nolongin orang yang baru saya kenal beberapa saat. Sedih deh niat baik saya jd disalah artikan. Padahal saya dari kecil selalu diajarkan buat jadi berkah buat orang lain.
Orang tua saya selalu mengajarkan” bukan seberapa besar orang itu berkontribusi di hidup kita, tetapi seberapa besar kita bisa berkontribusi untuk hidup orang lain” Ada yang pernah baca buku the five people you meet in heaven karya mitch albom? Kata om Albom bahwa di dunia ini tidak ada kejadian yang terjadi secara acak, bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kamu tidak memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain. Sama seperti kamu tidak bisa  memisahkan embusan udara dan angin. Dan kamu tau? Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kau kenal. Memang sih untuk beberapa orang memberi bisa jadi hal yang sulit, apalagi kalu tidak dibiasakan, bahkan ada cerita orang yang hampir mati tenggelam dari seorang sufi Nasruddin. Beginilah potongan ceritanya” give us your hand, so we can save u” but the man was hesistant. Finally someone said to the man “take my hand” and the man took it. Mungkin orang seperti ini yang tidak familiar dengan tingkah laku memberi. Hasilnya? Dia hampir mati tenggelam. Mudah-mudah an diantara kita tak ada yang seperti itu ya?  
Sebenarnya masih banyak cerita menarik tentang memberi ini, nanti kita bincang-bincang lagi ya? yang punya pengalaman menarik tentang bernagi boleh di share juga. feel free to leave your comment. Akhir kata sebelum Billahit taufiqu wal hidayah. Semoga cerita kali ini tidak hanya jadi inspirasi tapi jadi epifani untuk semua. Amin






NB: Dalam sebuah hadist, saat malaikat menanyakan apa kekuatan yang bisa mengalahkan gunung, Allah menjawab besi. Saat ditanya lagi apa yang lebih kuat dari besi, Allah menjawab api. Saat ditanya lagi apa yang lebih kuat dari api, Allah menjawab air. Ditanya apa yang lebih kuat dari air, Allah menjawab angin. Saat ditanya apa yang lebih kuat dari segala yang diciptakan tersebut Allah menjawab; SEDEKAH yang dilakukan tangan kanan tanpa diketahui oleh tangan kiri :) 

2 komentar:

  1. hai, tadi iseng-iseng baca blognya mmmh boleh saya panggil mbak cynthia? :)

    pertama saya cuma baca tulisan mbak yang my first apalah itu yang mungkin di share sama huruf kecil ya, tapi saya suka tulisan mbak yang ini.
    jadi tau artinya epifani :D

    serasa ditampar soal 'memberi dengan ikhlas' saya sering dengar akibatnya, tapi sering ragu untuk melaksanakannya.

    salam kenal, dan terimakasih tulisannya sejuk sekali :)

    BalasHapus
  2. halo, terima kasih sudah melungkan sedikit waktu untuk mampir ke dunia kecil saya dan meninggalkan jejak didalamnya :) salam warna-warni

    BalasHapus